Faktor Tingkatkan Risiko Luka Bakar

WHO menunjukan jika terdapat 195.000 kematian tiap tahun akibat luka bakar, terutama di negara berkembang. Walaupun sebagian besar lainnya tidak menyebabkan kematian, namun luka bakar tersebut dapat menyebabkan kecacatan.

Kecacatan akibat luka bakar tersebut tentunya menimbulkan trauma fisik maupun psikis bagi penderitanya. Tak sedikit orang yang mengalami luka bakar merasa pemisis dan mengasingkan diri dari lingkungannya, bahkan beberapa orang malah memberikan penolakan untuk penderita luka bakar kronis tersebut.

Risiko Terkena Luka Bakar

risiko luka bakar

Pada dasarnya, luka bakat memang dapat terjadi pada semua orang baik pria maupun wanita, namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena luka bakar pada seseorang, diantaranya :

  • Pekerjaan yang berhubungan langsung dengan api
  • Kemiskinan atau tinggal di area kepadatan penduduk yang tinggi dan kurangnya fasilitas pencegahan
  • Penempatan anka di bawah umur membantu orang tua memasak, sehingga dapat meningktkan kontak dengan api
  • Gangguan kesehatan seperti epilesi, gangguan saraf tepi, gangguan fisik dan mental
  • Penggunaan alkohol dan merokok
  • Mudah terpapar zat kimia kuat
  • Penggunaan parafin untuk barang-barang rumah tangga
  • Kurangnya standar keamanan listrik atau gas di rumah atau POM bensin sekitar

Dengan mengetahui Faktor Tingkatkan Risiko Luka Bakar ini dapat menjadi acuan atau langkah anda untuk sesegera mungkin menghindari faktor-faktor tersebut. Ketika anda terpaksa ada di dalam salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya luka bakar, anda harus selalu berhati-hati dan pastikan mendapatkan pertolongan serta pengobatan luka bakar yang tepat jikalau anda benar-benar mengalami luka bakar tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *